Setelah keduanya saling memegang nomor kontak, Jayanti dan Zhou Hong
Ze belum juga berhubungan, mengingat tempat tinggal mereka juga
berjauhan.
Sehingga calon mertua Jayanti, Zhou Huan Rong kembali menegur agar mereka segera menjalin kontak dan membuat janji untuk bertemu.
Atas saran dari sang camer, akhirnya mereka bertemu di salah satu tempat yang tidak jauh dari rumah Zhou Huan Rong. “Waktu pertemuan memang tidak lama, cuma satu jam, namun kesan pertama, saat itu suami saya agak malu-malu, terlihat lucu,” ungkap Jayanti.
Setelah pertemuan pertama, mereka berdua lebih sering lagi berhubungan melalui handphone, sehingga hubungan mereka semakin dekat, dan mengadakan pertemuan kedua.
“Pada saat pertemuan kedua kami, memang agak lama karena kita jalan bareng di tempat hiburan. Saat itu, suami saya ini menyatakan cinta ke saya, saya juga sebenarnya sudah punya firasat kalau dia suka sama saya dari pertemuan pertama,” kata Jayanti sambil tersenyum.
Setelah beberapa kali bertemu, mereka memutuskan untuk menikah. Namun, saat itu Jayanti memberikan persyaratan kepada suaminya agar masuk Islam dan pernikahannya di langsungkan di kediamannya, Desa Karanganyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon.
Karena sudah cinta, semua persyaratan yang disampaikan Jayanti disanggupi pengusaha muda dari Taiwan itu. Tak hanya syarat harus menikah dengan adat Cirebon, Zhou Hong Ze juga harus memenuhi persyaratan lain, yaitu disunat.
Tanpa ragu dan demi cintanya, Zhou Hong Ze pun menyanggupi. Senin (24/4) kemarin, Hong Ze masuk Islam. "Dia masuk Islam dengan syahadat di KUA Panguragan. Ya mau tidak mau karena dia suka sama saya, jadi ya harus memenuhi syarat yang saya ajukan,” kata Jayanti.
Setelah membacakan syahadat, Hong Ze juga menjalani persyaratan selanjutnya, yakni disunat. Zhou Hong Ze pun bersedia disunat Rabu (26/4), di Desa Karanganyar.
Sebelum Zhou Hong Ze disunat, pasangan tersebut diarak naik kuda mengelilingi Desa Karanganyar, Rabu (26/4).
Klik halaman sebelumnya....
Nasib beruntung dialami Jayanti (23) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Dua tahun menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan, Jayanti dilamar pengusaha muda asal Taiwan.
Sehingga calon mertua Jayanti, Zhou Huan Rong kembali menegur agar mereka segera menjalin kontak dan membuat janji untuk bertemu.
Atas saran dari sang camer, akhirnya mereka bertemu di salah satu tempat yang tidak jauh dari rumah Zhou Huan Rong. “Waktu pertemuan memang tidak lama, cuma satu jam, namun kesan pertama, saat itu suami saya agak malu-malu, terlihat lucu,” ungkap Jayanti.
Setelah pertemuan pertama, mereka berdua lebih sering lagi berhubungan melalui handphone, sehingga hubungan mereka semakin dekat, dan mengadakan pertemuan kedua.
“Pada saat pertemuan kedua kami, memang agak lama karena kita jalan bareng di tempat hiburan. Saat itu, suami saya ini menyatakan cinta ke saya, saya juga sebenarnya sudah punya firasat kalau dia suka sama saya dari pertemuan pertama,” kata Jayanti sambil tersenyum.
Setelah beberapa kali bertemu, mereka memutuskan untuk menikah. Namun, saat itu Jayanti memberikan persyaratan kepada suaminya agar masuk Islam dan pernikahannya di langsungkan di kediamannya, Desa Karanganyar Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon.
Karena sudah cinta, semua persyaratan yang disampaikan Jayanti disanggupi pengusaha muda dari Taiwan itu. Tak hanya syarat harus menikah dengan adat Cirebon, Zhou Hong Ze juga harus memenuhi persyaratan lain, yaitu disunat.
Tanpa ragu dan demi cintanya, Zhou Hong Ze pun menyanggupi. Senin (24/4) kemarin, Hong Ze masuk Islam. "Dia masuk Islam dengan syahadat di KUA Panguragan. Ya mau tidak mau karena dia suka sama saya, jadi ya harus memenuhi syarat yang saya ajukan,” kata Jayanti.
Setelah membacakan syahadat, Hong Ze juga menjalani persyaratan selanjutnya, yakni disunat. Zhou Hong Ze pun bersedia disunat Rabu (26/4), di Desa Karanganyar.
Sebelum Zhou Hong Ze disunat, pasangan tersebut diarak naik kuda mengelilingi Desa Karanganyar, Rabu (26/4).
Klik halaman sebelumnya....
Nasib beruntung dialami Jayanti (23) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Dua tahun menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan, Jayanti dilamar pengusaha muda asal Taiwan.
Kisah Cinta TKW Cirebon yang akhirnya Dinikahi Oleh Pengusaha Muda Taiwan-Page 3
Reviewed by admin
on
Mei 21, 2017
Rating:
Reviewed by admin
on
Mei 21, 2017
Rating:



